Bikin Website Hanya 54 Detik... Mau?

http://picasion.com/

Bedah Buku " Potret Ulama : Antara yang Konsisten dengan Penjilat,”


Bedah Buku " Potret Ulama : Antara yang Konsisten dengan Penjilat,”di masjid Baitul Ma'mur, Solo Baru, Jawa Tengah, Indonesia, Ahad (19/2/2012). Acara yang diselenggarakan penerbit Jazeera Solo ini dimulai jam 08.30 sampai 11.30 wib serta dihadiri 500an jama’ah putra putri.


Narasumber pertama dalam kajian dan bedah buku itu adalah Ustadz Dr Muinudinillah Bashri MA, dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS Solo) yang juga Direktur Umum Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Ibnu ‘Abbas Klaten Jawa Tengah dan ketua FUJAMAS (Forum Ukhuwah Jama’ah Masjid Surakarta).

Dalam pemaparan yang beliau sampaikan mengenai ciri-ciri serta perbedaan antara Ulama Suu’ (yang buruk dan menyesatkan) dengan Ulama Khoir (yang baik dan lurus/benar), beliau menjelaskan secara singkat bahwa ciri-ciri ulama yang baik dan benar yaitu mereka senantiasa ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar baik secara fisik maupun lisan mereka.

“Seorang Ulama Warosatul Anbiya’ itu mempunyai karakter Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Baik secara fisik ataupun lisannya, dengan cara menyampaikan kebenaran secara terang-terangan”, Tegas Ust. Muin

Dalam penjabarannya, beliau menjelaskan bahwa Amar Ma’ruf Nahi Mungkar secara fisik dilakukan jika dakwah bil lisan sudah tidak lagi bisa didengar dan diterapkan. Maka tidak ada cara lain lagi dalam mencegah kemungkaran selain dengan cara kekuatan fisik.

======================================

Ust Abu Rusydan selaku Narasumber kedua berkesempatan untuk memaparkan dan menjelaskan materi yang berkenaan hubungan antara penguasa/pemimpin dengan ulama dalam mengelola sebuah negara.

Dalam penyampaiannya, Ust. Abu Rusydan menjelaskan dan menyampaikan fakta bahwa Ummat Islam sekarang ini, khususnya di Indonesia tidak ada penguasa/pemimpin yang bisa dijadikan panutan oleh ummat Islam yang mayoritas ada di Indonesia untuk mengarahkan ummat kepada jalan yang lurus yang diridhoi Allah swt. Malahan sekarang ini adanya yaitu para penguasa/pemimpin yang menunjukkan kepada jalan kesesatan.

Dengan hal dan kondisi seperti itu, maka ummat harus menjadikan ulama yang benar dan lurus yang mengajak kepada jalan dan mematuhi segala aturan/syari’at Allah swt sebagai uswah dan panutan dalam menjalani kehidupan didunia ini.

“Jika umat Islam sekarang ini khususnya di Indonesia tidak ada pemimpin yang bisa dijadikan panutan. Maka peran ulama yang lurus begitu penting untuk mengarahkan umat kepada jalan yang lurus menuju keridhaan Allah,” ujarnya di hadapan lima ratusan jamaah yang hadir.

Karenanya, Abu Rusydan mengingatkan kepada seluruh umat khususnya para aktivis Islam agar pandai-pandai membedakan tiga kriteria ulama: ulama ummah, ulama millah dan ulama sulthon. Sebab pengertian dan pemahaman masyarakat pada umumnya, asal seorang itu pintar dan pandai berbicara, langsung dicap sebagai seorang ulama. Padahal ulama selain dibedakan antara Ulama Suu’ dan Ulama Khoir, ada pengertian dari ulama yang beliau jabarkan sebagaimana diatas.

Ia menyayangkan kekaburan pengertian dan pemahaman masyarakat pada umum terhadap makna ulama. “Umat harus bisa mengetahui ciri-ciri dan mengenal pengertian antara ulama ummah, ulama millah dan ulama sulthon, sehingga kita bisa bersikap kepada mereka, menimba ilmu dari mereka serta meminta fatwa dari mereka,” papar ustadz yang sekarang berdomisili di Kudus ini.

Maka untuk lebih jelasnya, agar bisa mengenali tiga kriteria ulama tersebut, jama’ah yang hadir disini bisa membaca buku yang sudah dibeli, dan bila ada yang belum membeli, silahkan untuk membeli terlebih dahulu”, tukas beliau dengan diiringi canda tawa dari peserta kajian.

==============================

Acara semakin lengkap dengan hadirnya tamu spesial, Syaikh Ghoyats Abdul Baaqi, ulama asal Suriah yang sehari sebelumnya, Jum’at (17/2/2012) mengadakan acara Munashoroh untuk Suriah di depan GOR UMS Solo.

Acara kemudian diakhiri dengan pesan serta informasi dari Syeikh Ghoyats tentang perkembangan terkini yang terjadi di Suriah serta KEBEJATAN dan KEBENGISAN Rezim Nushairiyah (Syi’ah) Bashar Assad dalam membantai kaum muslim sejak bukan Maret 2011 M. Dan sampai sekarang ini (Februari 2012 M), korban sudah mencapai 10.000 orang baik dari laki-laki, wanita, anak-anak dan orang tua.

Syaikh Ghoyats membeberakan informasi terkini yang terjadi di Suriah. Ia juga membeberkan fakta-fakta kebengisan Rezim Nushairiyah (Syi’ah) Bashar Assad dalam membantai kaum muslim sejak bukan Maret 2011 M. Sampai saat ini sudah puluhan ribu orang menjadi korban kejahatan rezin Syi’ah, baik dari laki-laki, wanita, anak-anak maupun orang tua.


Bagi anada yang ingin mendownload kajiannya, silahkan klik dibawah ini :





Download Kajian 35.1 MB 38.0 MB 




Load disqus comments

2 komentar