Bikin Website Hanya 54 Detik... Mau?

http://picasion.com/

Ustadz Anung Al Hamat: Syiah Bila Berkuasa Selalu Berbuat Makar

Peneliti aliran-aliran sesat, ustadz Anung Al Hamat, Lc menghimbau kepada kaum muslimin di Indonesia agar berhati-hati terhadap tumbuh kembangnya agama syiah di negeri ini. Pasalnya, bahaya Syiah bukan hanya dalam persoalan aqidah dan pemikiran, namun sudah menjurus ke dalam bahaya fisik dan politik.
“Kita perlu mewaspadai pergerakan Syiah di tanah air, jika mereka besar sangat berbahaya terhadap kaum Muslimin. Seperti di negara-negara luar, syiah banyak melakukan kejahatan kepada kaum muslimin,” katanya dalam acara “Membendung Pergerakan Syiah di Indonesia” di AQL Islamic center, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013).
Karena, menurutnya, kelompok sesat yang mengaku muslim dan mempunyai pemerintahan di dunia ini hanyalah kaum Syiah. Bahkan, mereka mampu menjadi parasit di Pemerintahan suatu negara.
“Kita harus tahu bahwa hanya syiah kelompok sesat yang memiliki negara, seperti di Iran. Bahkan, mereka punya negara di dalam negara seperti “syiah hizbullah” di Libanon,” terang ustadz Anung.
Menurutnya pula, keanehan Syiah Hizbullah di Libanon adalah mereka mampu memiliki senjata dengan aman. “Jika kaum muslimin yang punya bedil-bedilan saja, pasti sudah dicap sebagai teroris. Tetapi, mereka tidak,” ujar ustadz Anung.
Lebih dari itu, ia mengisahkan bagaimana pada bulan Safar 1530 H, kaum syiah melakukan demo besar-besaran di Masjidil Haram, Mekkah. Di sana mereka menistakan kuburan-kuburan para sahabat Nabi, menlaknat istri-istri Nabi, dan melakukan kerusuhan.
“Anda bisa bayangkan di negara Saudi yang katanya ketat, mereka dapat melakukan perbuatan seperti itu. Bagaimana jika itu terjadi di Indonesia,” ucap ustadz Anung.
Da’i lulusan Al Azhar Cairo Mesir ini juga menerangkan, di Indonesia tindakan jahat kaum syiah juga sudah terjadi dan berani mereka lakukan. Ia mencontohkan terkait peristiwa Sampang, dimana kaum Syiah berani menggunakan ranjau dan bom rakitan untuk menyerang kaum Muslimin. Serta sebuah peritiswa pengeroyokan Khotib di daerah Jawa Timur seusai mengisi khutbah tentang keutamaan Sahabat Nabi.
“Jika mereka menggunakan ranjau seperti itu, berarti mereka punya niat untuk mematau minimal melukai,” bebernya.
Oleh karena itu, ia meminta kaum muslimin untuk tidak menganggap ringan persoalan syiah. Sebab, jika mereka memiliki kekuasaan slogan-slogan persatuan tidak akan lagi mereka gemborkan. Apalagi saat ini mereka mencoba memasuki ranah politik di Indonesia untuk melindungi kepentingan dan eksistensi kaum Syiah.
“Kita tidak boleh lengah atau meremehkan persoalan syiah, karena dampak negatifnya begitu besar. Ketika berkuasa fisikpun akan mereka lakukan” lontarnya.
Akar dari ini semua menurut ustadz Anung, karena Syiah menilai perbedaan antara Syiah dengan kaum Muslimin adalah perbedaan prinsip dan pokok.
“Mereka mengakui perbedaan antara kita dengan mereka adalah prinsip. Hanya terkadang aneh, ada kalangan Sunni yang membela-bela Syiah dengan mengatakan antara Syiah dengan Sunni bukan perbedaan prinsip. Padahal, Syiahnya sendiri mengaku sebagai perbedaan prinsip”. pungkasnya. (kiblat.net)
Load disqus comments

0 komentar