Khotbah Id 1434: Makanan Haram Akibatkan Orang Anggap Syiah Tidak Sesat

Umat Islam di Solo serentak merayakan Idul Fitri 1434 H pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Salah satu tempat penyelenggaraan shalat Idul Fitri adalah halaman parkir Assalam Hypermart. Bertindak selaku imam khatib, Ustadz KH. Abdullah Manaf Amin. Dalam khotbahnya, pengasuh Ma’had Aly Nur itu mengingatkan salah satu hikmah shaum Ramadhan adalah bagaimana menjaga diri dari makanan haram.


Bahaya makanan haram, ujar Ustadz yang mantan pengajar Pondok Al-Mukmin Ngruki itu, selain membuat ibadah dan doa tertolak, juga mengakibatkan seseorang keliru dalam berpikir dan memandang sebuah realita.
“Pemakan harta haram bisa jadi masih mau shalat. Tetapi ia ikut JIL (Jaringan Islam Liberal), menjadi pengikut Ahmadiyah, Syiah dan aliran sesat lainnya,” ungkapnya seperti dikutip oleh wartawan Kiblat.net.
Lebih lanjut, khatib memberikan contoh dengan tegas: “Kalau masih ada yang membenarkan tindakan Bashar Asad yang telah membunuh ribuan Muslim Suriah… Mengidolakan Hizbullah dan  Nasrallah… Menganggap Syiah itu tidak sesat… Bisa jadi pemikiran keliru itu disebabkan oleh makanan haram.”
Sesekali, khatib terlihat sesenggukan menangis saat membacakan ayat-atat Al-Qutan, membuat jamaah shalat Idul Fitri mengikuti tetap ceramah selama 45 menit itu dengan khusyuk, meski terik matahari mulai menyengat. Usai khutbah, beberapa jamaah menyalami Ustadz. Terlihat seorang bapak yang tersedu-sedu menangis saat bersalaman. “Ustadz, mohonkan ampun buat saya atas dosa-dosa selama ini.”

KIBLAT.NET
Load disqus comments

0 komentar